NURALIFAH LUTFIAH YUNUS (2017-31-369) TD 1_H
Tugas
Mencari jenis-jenis rangkaian elektronika:
Mencari jenis-jenis rangkaian elektronika:
1. Rangkaian
Seri Resistor
Rangkaian Seri Resistor adalah sebuah rangkaian yang terdiri dari 2 buah
atau lebih Resistor yang disusun secara sejajar atau berbentuk Seri. Dengan
Rangkaian Seri ini kita bisa mendapatkan nilai Resistor Pengganti yang kita
inginkan.
Ø Rumus
dari Rangkaian Seri Resistor adalah :
Rtotal = R1 + R2 + R3 + ….. + Rn
Dimana :
Rtotal = Total Nilai Resistor
R1 = Resistor ke-1
R2 = Resistor ke-2
R3 = Resistor ke-3
Rn = Resistor ke-n
Rtotal = Total Nilai Resistor
R1 = Resistor ke-1
R2 = Resistor ke-2
R3 = Resistor ke-3
Rn = Resistor ke-n
Contoh Kasus untuk menghitung Rangkaian Seri Resistor
Seorang Engineer ingin membuat sebuah peralatan Elektronik, Salah satu
nilai resistor yang diperlukannya adalah 4 Mega Ohm, tetapi Engineer tidak dapat
menemukan Resistor dengan nilai 4 Mega Ohm di pasaran sehingga dia harus
menggunakan rangkaian seri Resistor untuk mendapatkan penggantinya.
Penyelesaian :
Ada beberapa kombinasi Nilai Resistor yang dapat dipergunakannya, antara
lain:
1 buah Resistor dengan nilai 3,9 Mega Ohm
1 buah Resistor dengan nilai 100 Kilo Ohm
Rtotal = R1 + R2
3,900,000 + 100,000 = 4,000,000 atau sama dengan 4 Mega Ohm.
1 buah Resistor dengan nilai 100 Kilo Ohm
Rtotal = R1 + R2
3,900,000 + 100,000 = 4,000,000 atau sama dengan 4 Mega Ohm.
Atau
4 buah Resistor dengan nilai 1 Mega Ohm
Rtotal = R1 + R2 + R3 + R4
1 MOhm + 1 MOhm + 1 MOhm + 1 MOhm = 4 Mega Ohm
Rtotal = R1 + R2 + R3 + R4
1 MOhm + 1 MOhm + 1 MOhm + 1 MOhm = 4 Mega Ohm
2. Rangkaian
Paralel Resistor
Rangkaian Paralel Resistor adalah sebuah rangkaian yang terdiri dari 2 buah
atau lebih Resistor yang disusun secara berderet atau berbentuk Paralel. Sama
seperti dengan Rangkaian Seri, Rangkaian Paralel juga dapat digunakan untuk
mendapatkan nilai hambatan pengganti. Perhitungan Rangkaian Paralel sedikit
lebih rumit dari Rangkaian Seri.
Ø Rumus dari
Rangkaian Seri Resistor adalah :
1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + ….. + 1/Rn
Dimana :
Rtotal = Total Nilai Resistor
R1 = Resistor ke-1
R2 = Resistor ke-2
R3 = Resistor ke-3
Rn = Resistor ke-n
Rtotal = Total Nilai Resistor
R1 = Resistor ke-1
R2 = Resistor ke-2
R3 = Resistor ke-3
Rn = Resistor ke-n
Contoh Kasus untuk Menghitung Rangkaian Paralel Resistor
Terdapat 3 Resistor dengan nilai-nilai Resistornya adalah sebagai berikut :
R1 = 100 Ohm
R2 = 200 Ohm
R3 = 47 Ohm
R1 = 100 Ohm
R2 = 200 Ohm
R3 = 47 Ohm
Berapakah nilai hambatan yang didapatkan jika memakai Rangkaian Paralel
Resistor?
Penyelesaiannya :
1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3
1/Rtotal = 1/100 + 1/200 + 1/47
1/Rtotal = 94/9400 + 47/9400 + 200/9400
1/Rtotal = 341 x Rtotal = 1 x 9400 (→ Hasil kali silang)
Rtotal = 9400/341
Rtotal = 27,56
1/Rtotal = 1/100 + 1/200 + 1/47
1/Rtotal = 94/9400 + 47/9400 + 200/9400
1/Rtotal = 341 x Rtotal = 1 x 9400 (→ Hasil kali silang)
Rtotal = 9400/341
Rtotal = 27,56
Jadi Nilai Hambatan Resistor pengganti untuk ketiga Resistor tersebut
adalah 27,56 Ohm.
Hal yang perlu diingat bahwa Nilai Hambatan Resistor (Ohm) akan bertambah
jika menggunakan Rangkaian Seri Resistor sedangkan Nilai Hambatan Resistor
(Ohm) akan berkurang jika menggunakan Rangkaian Paralel Resistor.
Pada Kondisi tertentu, kita juga dapat menggunakan Rangkaian Gabungan
antara Rangkaian Seri dan Rangkaian Paralel Resistor.
3.Rangkaian Campuran adalah gabungan dari
rangkaian seri dan rangkaian paralel. Rangkaian campuran biasanya juga terdapat
pada rangkaian listrik. Untuk dapat mencari besarnya hambatan yang terdapat
pada rangkaian campuran, terlebih dahulu kita harus mencari besaran hambatan pada
tiap-tiap model rangkaian (seri dan paralel), setelah kita menemukan besaran
hambatan pada kedua rangkaian tersebut kemudian kita mencari hambatan dari
gabungan rangkaian akhir yang telah kita dapat.
Contoh yang
kita peroleh dari penjelasan di atas adalah model rangkaian seri, sehingga
total rangkaian yang nantinya akan kita cari harus dengan persamaan hambatan
pengganti pada rangkaian hambatan seri. Sedangkan untuk rangkaian paralel, kita
harus mencarinya dengan cara menghubungkan suatu hambatan secara paralel baru
kita akan mendapatkan hasil tersebut.
Berikut ini
kami jelaskan masing-masing dari rangkaian seri dan paralel. Rangkaian seri
adalah rangkaian listrik yang tersusun sejajar (seri). Contohnya adalah baterai
yang terdapat di dalam senter pada umumnya di susun secara seri. Rangkaian yang
disusun secara seri terdiri dari satu atau lebih rangkaian yang di hubungkan ke
catu daya lewat suatu rangkaian elektronika. Jadi di dalam rangkaian ini
terdapat banyak beban listrik yang tersusun dalam satu rangkaian.
Ø Gambar Rangkaian Paralel
Rumus
pada Rangkaian Campuran di Atas
Dua buah elemen dalam Rangkaian Campuran yang di susun secara seri hanya
memiliki sebuah titik utama yang tidak terhubung menuju elemen pembawa arus pada
suatu jaringan. Karena semua rangkaian di susun secara seri maka jaringan
tersebut di sebut rangkaian seri, itu di akibatkan arus yang lewat sama besar
pada masing masing elemen.
Rangkaian
paralel adalah rangkaian listrik yang di susun secara berderet (paralel).
Contohnya adalah lampu yang kita pasang di rumah umumya merupakan rangkaian
paralel. Rangkaian paralel merupakan jenis rangkaian yang memiliki lebih dari
satu bagian garis edar untuk dapat mengalirkan arus listrik.
Contoh Rangkaian Campuran yang dapat dihubungkan dengan
rangkaian paralel adalah kendaraan bermotor yang sebagian besar komponennya
terdapat beban listrik yang lebih banyak dari rangkaian seri. Masing masing
dari rangkaian tersebut dapat di hubungkan atau di putuskan tanpa mempengaruhi rangkaian
yang lain. Rangkaian seri dan rangkaian paralel adalah 2 jenis rangkaian yang
di gunakan untuk menghubungkan satu atau lebih komponen listrik menjadi satu
kesatuan rangkaian. Penggabungan kedua rangkaian ini di sebut dengan Rangkaian Campuran.


Komentar
Posting Komentar