Resume Mata Kuliah PLJ 1 Kelas B Pertemuan Kedua (13 September 2018)
Pertemuan Minggu Kedua Membahas Tentang :
CentOS (Community ENTerprise Operating System) adalah sebuah distribusi linux sebagai bentuk dari usaha untuk menyediakan platform komputasi berkelas enterprise yang memiliki kompatibilitas kode biner sepenuhnya dengan kode sumber yang menjadi induknya, Red Hat Enterprise Linux (RHEL).
Berikut tahap - tahapnya :
1. Buka VirtualBox dan klik "New"...
2. Isi nama , tipe OS dan versinya seperti gambar dibawah ini...
3. Tentukan Memori size lalu klik "next"...
4. Disini pilih Create a virtual hard disk now lalu klik "create"...
5. Pilih VDI (VirtualBox Disk Image) lalu klik "next"...
6. Pilih Dynamically allocated lalu klik "next"...
7. Selanjutnya atur 8.00 gb lalu klik "Create"...
8. Jika sudah tampilannya seperti ini...
9. Sekarang pergi ke Setting => Storage klik gambar kaset untuk memasukkan iso ke virtualbox...
10. Kalau sudah klik Ok jika sudah oke...
11. Start mesin VirtualBox tunggu hingga tampilan seperti ini (NB: Saat sudah tahap seperti ini pengaturan dilakukan dengan tombol tab, tombol navigasi [kiri, kanan, atas, bawah] serta enter)...
12. Lalu pilih Install seperti gambar dibawah ini..
13. Di menu ini klik Next saja...
14. Pilih Indonesian (Indonesia)...
15. Pilih Inggris (AS)...
16. Pilih Alat Penyimpanan Dasar...
17. Saat ada peringatan seperti ini, pilih Ya, buang semua data, lalu pilih "selanjutnya"...
18. Selanjutya disuruh mengisi Nama host, saya mengisi dengan nama saya sendiri, lalu pilih "selanjutnya"...
19. Selanjutnya Pilih kota terdekat di zona waktu Anda, pilih Asia/Jakarta, lalu klik "selanjutnya"...
20. Selanjutnya kita akan disuruh membuat password untuk user root, ketik apa saja dengan karakter minimal 6 huruf, lalu pilih selanjutnya...
21. Ketika ada top up seperti ini plih Tetap gunakan...
22. Selanjutnya kita pilih Timpa System Linux yang Ada dimana secara otomatis pratisi diatur secara otomatis, lalu pilih "selanjutnya"...
23. Selanjutnya akan ada peringatan setiap data atau partisi yang diformat ulang akan hilang, pilih Menulis perubahan ke disk saja, lalu pilih "selanjutnya"...
24. Tunggu hingga proses instalasi selesai...
25. Jika sudah seperti ini instalasi CentOS sudah selesai, tinggal boot ulang (reboot), pilih saja "Tutup"...
26. Jika terus-terusan layar blank, kita matikan saja mesin virtualnya...
27. Selanjutnya pergi ke Setting => Storage, cabut iso dari mesin virtualnya lalu klik "Ok"...
28. Klik Start untuk memulai mesin virtual...
29. Jika muncul tampilan seperti ini, tunggu saja hingga prosesnya selesai...
30. Saat tampilan seperti gambar dibawah klik Maju saja...
31. Pilih Yes, I agree to the License Agreement, lalu pilih "Maju"...
32.Selanjutnya isikan Nama Pengguna, Nama Lengkap, Kata Sandi dan Konfirmasikan Sandi, lalu pilih "Maju"...
33. Jika ada peringatan seperti dibawah berarti kata sandi terlalu lemah, kita bisa menggantinya dengan pilih "Tidak" atau tetap lanjut dengan kata sandi tersebut dengan pilih "Ya"...
34. Selanjutnya atur tanggal dan waktu, jika sudah pilih "Maju"...
35. Disini pilih "selesai" saja...
36. Saat sudah tampilan seperti ini, klik yang saya tandai dengan lingkaran...
37. Kita akan disuruh memasukkan password yang tadi kita buat, jika udah pilih "Log Masuk"...
38. Taraa, CentOS sudah terinstal, sekarang tinggal mencoba fitur - fitur didalamnya...
CARA PERTAMA UNTUK Dual Boot (MBR/Legacy BIOS)
Berikut langkah-langkah dual boot windows dengan centOS 7:
- Pastikan kamu menginstall OS Windows terlebih dahulu (apabila system OS sudah windows lanjut ke nomer 2)
- Buat bootable centOS
- Lanjut install centOS
Buat bootable centOS di fd:
1. Buat partisi pada hardisk (sebagai contoh saya menggunakan partisi hardisk sebesar 20.8 GB) sesuaikan dengan kebutuhan kamu. Apabila ingin menginstall aplikasi yang besar di centOS sebaiknya partisi hardisk juga besar.
2. Buat bootable centOS terlebih dahulu ke dalam flashdisk (gunakan aplikasi rufus). Silahkan download aplikasinya di internet (aplikasi bersifat open source), kemudian colokkan fd dan jalankan aplikasi rufus.
3. Sesuaikan pengaturannya seperti gambar di bawah. Kemudian brose file iso centOS dengan mengklik menu yang saya tandai dengan persegi warna merah.
4. Setelah file iso centOS terload, klik start dan tunggu hingga proses selesai.
Install centOS:
1. Restart laptop, kemudian masuk ke menu booting dan tekan F2 (apabila gagal gunakan tombol Esc/Del/F10) tergantung jenis laptop.
2. Masuk ke boot, perhatikan dari beberapa list disk terdapat nama fd yang sedang kamu gunakan untuk bootable. Ubah kedudukan fd tersebut ke bagian atas dengan menekan tombol F6 (supaya booting lewat fd). Kalau fd sudah berada di atas biarkan saja lanjut dengan menekan tombol F10 untuk simpan dan keluar.
3. Pilih install centOS 7
4. Tunggu hingga muncul tampilan welcome to centOS 7 berupa tampilan jendela bahasa instalan. Biarkan default seperti itu kemudian klik continue.
5. Selanjutnya akan muncul beberapa pilihan seperti berikut:
Klik pada bagian date and time, ubah zona wilayah dan waktunya sesuai daerah kamu (klik salah satu daerah pada petanya).
6. Masuk ke bagian software selection, silahkan pilih sesuai dengan kebutuhan. Saya sarankan untuk pemula silahkan pilih Gnome atau KDE untuk memudahkan jendela pengoperasiannya.
7. Setelah itu masuk ke Installation destination, pilih memory tempat kamu melakukan partisi. Kemudian pilih I will configuring partitioning dan klik Done pada bagian pojok kiri atas. Lihat gambar berikut:
8. Klik pada bagian Unknown, akan tampil beberapa hardisk. Cari partisi hardisk yang besar memorynya sama dengan yang dibuat sebelumnya. sda1 biasanya adalah local disk C tempat windows terinstall sedangkan sda2 adalah hardisk tempat data-data file kita di windows. Silahkan lihat hardisk mana yang mempunyai ukuran sama dengan yang kamu buat partisi sebelumnya.
Karena saya membuat partisi 20 GB, maka saya pilih hardisk sda3 (yang paling bawah).
Advertisement
Kemudian hapus partisi tersebut lalu buat ulang partisinya dengan cara klik tanda (-) dan kemudian pilih delete it.
Setelah partisi terhapus, langkah berikutnya adalah membuat partisi untuk centOSnya. Klik tanda (+) yang berada disamping tanda (-) untuk membuat partisi baru. Buatlah 3 partisi untuk /, /home dan swap.
- / : Klik tanda +, pada bagian Mound Point isikan dengan ‘/’ tanpa tanda petik. Desired Capacity isikan sesuai dengan keinginan kamu. Partisi ‘/’ (root) diibaratkan seperti local disk C pada windows, jadi kalau ingin menginstall banyak aplikasi besar partisinya juga harus di sesuaikan. Karena partisi saya hanya 20 GB, maka root saya alokasikan sebesar 8 GB setelah selesai klik add mound point. Sesuaikan pengaturannya seperti pada gambar berikut:
- Swap : Klik lagi pada tanda ‘+’, mound point isikan dengan swap kemudian desired capasitynya isikan dengan 2 kali lipat dari besar RAM. Disini saya isi dengan 4GB. Untuk pengaturannya sesuaikan dengan gambar berikut:
- Terakhir buat partisi untuk Home: Klik tanda ‘+’, Kemudian pada moud pint isikan dengan ‘/home’ tanpa tanda petik. Untuk desired capacity saya isi sebesar 8GB. Partisi ini untuk menyimpan data file kita pada centOS. Untuk pengaturannya sesuaikan dengan partisi yang pertama.
Apabila semua sudah selesai klik done. Akan muncul seperti gambar berikut lalu klik Accept Changes.
9. Selanjutnya klik beginning installation di pojok kanan bawah. kamu akan dihadapkan pada user settings yang terdiri dari:
Root password (Super User) dan User creation (User biasa). Silahkan isi setelah semua complete silahkan tunggu proses install hingga selesai.
10. Selesai..
CARA KEDUA UNTUK (GPT/UEFI BIOS)
Ada beberapa cara install dual boot linux di hardisk tipe GPT (UEFI) yaitu:
- Convert hardisk ke MBR
- Tetap menggunakan hardisk GPT
Baiklah disini saya tetap menggunakan hardisk GPT dalam UEFI. Caranya yaitu sama dengan cara yang diatas, hanya saja pada rufus kamu harus ubah settingan mbr menjadi GPT for UEFI agar fd bisa terbaca saat booting. Pada dasrnya caranya hamper sama dengan cara diatas hanya beda pada bagian berikut:
1. Booting menggunakan FD
Ingat secure boot control harus disable (lihat pada bagian menu security bios), pada menu boot di bios fast boot juga harus disable, launch CSM disable.
2. Pada bagian nomor 8 partisinya tidak hanya ‘/’,’/home’ dan ‘swap’ namun ditambah dengan /boot/efi. Untuk ukurannya gunakan saja sebesar 200Mb (bisa juga sebesar 100Mb).
Masalah instalan sekarang sudah selesai. Namun stelah install centos biasa kita menemukan berbagai masalah baru, seperti:
- Hardisk laptop tidak terbaca alias Unable to mount ntfs partition
- Dual boot tidak terbaca yang terbaca hanya centos
Berikut penyelesainnya:
Cara mengatasi hardisk unable to mount ntfs partition di centos :
- buka terminal centos
- login ke root dengan perintah "su -" tanpa tanda kutip, kemudian masukkan pasword root kamu.
- Ketikkan perintah : "yum install epel-release" dan enter.
- Kemudian : "yum install ntfs-" dan enter
- Kemudian Ketikkan lagi wget http://epel.mirror.net.in/epel/6/i386/epel-release-6-8.noarch.rpm
- Ketikkan lagi rpm -Uvh epel-release-6-8.noarch.rpm
- Terakhir ketikkan perintah ini yum -y install ntfs-3g ntfsprogs
- Lihat kembali hardisk kamu yang tidak terbaca tadi seharusnya sudah bisa terbuka sekarang.
3. Jenis-jenis Distro Linux :
Fedora
Fedora (sebelumnya bernama fedora core, kadang disebut juga fedora linux) adalah adalah sebuah distro Linux berbasis RPM (Redhat Package Manager) dan yum yang dikembangkan oleh Fedora Project yang didukung oleh komunitas pemrogram serta disponsori oleh Red Hat. Nama Fedora berasal dari karakter fedora yang digunakan di logo Red Hat. Kemudahan dari distro ini adalah sistem instalasi paket dengan menggunakan yum. Dengan aplikasi ini perawatan, instalasi dan penghapusan aplikasi jadi lebih baik dan mudah. Tidak seperti distro lain Fedora tidak memaketkan repository nya dalam bentuk ISO (DC ataupun DVD), dan hanya mengandalkan koneksi internet untuk melakukan install dan update aplikasi.
-
Redhat
Redhat Linux merupakan salah satu linux yang paling popular di Indonesia dan Amerika, dan dirancang khusus untuk server. Redhat diakui sebagai server tercepat dibandingkan dengan linux server lainnya. Selain sebagai server tercepat, Redhat juga dapat digunakan sebagai client maupun sebagai PC desktop/PC standolone. Saat ini redhat sudah beredar dengan versi 9.0 yang dapat menggunakan desktop Gnome dan juga KDE.
Kelebihan lain yang dimiliki oleh Redhat linux adalah kemudahan dalam hal installasinya. Ini merupakan revolusioner Linux. pada saat linux lainnya membuat pengguna awalnya putus asa, Redhat hadir dengan prosedur instalasi termudah pada masanya.
Hal revolusioner lainnya adalah bahwa Redhat linux menciptakan format paket program RPM yang menjadi standar baku file binner pada Linux, yang kemudian digunakan oleh linux lainnya seperti SuSE, Mandrake, dan Caldera.
-
Slackware
Slackware adalah distribusi linux yang pertama. Bagi pengguna Linux senior, slackware merupakan suatu distribusi Linux yang penuh dengan tantangan. Slackware hadir dengan model yang sangat sederhana, tidak seperti distribusi linux yang lainnya. Slackware merupakan distribusi linux yang murni, dalam arti penampilannya yang sangat mirip dengan UNIX (UNIX Clone), sehingga membuat penggunanya merasa seperti menggunakan UNIX murni. Bagi mereka yang menginginkan tantangan dan ingin menjadi Linuxer handal, atau yang sering dikenal dengan sysadmin, slackware merupakan jawabannya. Anda tidak akan pernah mendapatkan kemudahan seperti halnya jika kita menggunakan distribusi linux yang lainnya karena slackware semuanya serba manual dan tanpa grafik.
-
Debian
Sistem operasi Debian adalah gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunakan kernel Linux, sehingga populer dengan nama Debian GNU/Linux. Sistem operasi Debian yang menggunakan kernel Linux merupakan salah satu distro Linux yang populer dengan kestabilannya. Dengan memperhitungkan distro berbasis Debian, seperti Ubuntu, Xubuntu, Knoppix, Mint, dan sebagainya, maka Debian merupakan distro Linux yang paling banyak digunakan di dunia. Versi rilis stabil terakhir adalah versi 6.0, dengan kode nama squeeze. Saat versi baru dirilis, versi stabil sebelumnya yaitu versi 5.0 dengan kode nama lenny menjadi oldstable.
-
Mandrake / Mandriva
Mandriva Linux (dahulu dikenal dengan nama Mandrakelinux atau Mandrake Linux) adalah sistem operasi yang dibuat oleh Mandriva (dahulu dikenal dengan nama Mandrakesoft). Mandriva Linux menggunakan RPM Package Manager. Turunan dari mandriva adalah PCLinuxOS yang juga berbasis RPM, dibuat untuk meningkatkan versi linux mandrake (saat ini mandriva).
-
Suse
SUSE Linux awalnya merupakan distro Slackware terjemahan bahasa Jerman. SUSE bermula pada awal tahun 1990-an dimana Linux terdiri dari sekitar 50 keping disket dan dapat diunduh/diambil lewat internet, tetapi pengguna potensial yang memiliki koneksi internet tidaklah banyak. Kemudian S.u.S.E. GmbH menghimpun disket-disket Linux yang dapat dibeli (tanpa harus memiliki koneksi internet). SuSE tersebarluas oleh Suse GmbH dengan lokalisasi instalasi dalam bahasa Jerman dan dengan itu menciptakan distribusi dari banyak pengguna berbahasa Jerman. Alat instalasi dari Slackware diganti dengan YaST hasil pengembangan Suse GmbH sendiri. Mulai April 1994 Paket Suse-Linux Versi 1.0 mulai menggunakan CD, tidak lagi dalam disket (yang sudah mencapai 70 keping). Versi pertama yang berdiri sendiri terlepas dari Slackware diterbitkan pada Mei 1996 dengan nama S.u.S.E. Linux, versi 4.2 dan versi terbarunya adalaha 11.5 yang dirilis pada November 2011.
-
File System pada Linux
File System itu sendiri merupakan suatu metode untuk menyimpan serta mengatur file dan data yang tersimpan didalamnya, dibuat dengan tujuan mudah ditemukan dan diakses. Sistem operasi Linux mendukung banyak file sistem yang berbeda, tetapi pilihan umum untuk system diantaranya adalah keluarga ext* (seperti ext2, ext3, dan ext4) dan ReiserFS. Tentunya banyak file sistem yang dapat dibaca oleh Linux seperti NFS, ISO9660, MSDOS, VFAT, MINIX, JFS, XFS, NTFS dan lain – lain.
Perbedaan ext2, ext3, dan ext4 serta ReiserFS :
-
Ext2 merupakan file sistem yang menggunakan skema block mapping untuk melakukan penulisan pada hardisk atau perangkat penyimpanan data yang lain, yang dimaksud skema block mapping adalah skema yang akan mengunci satu blok alamat pada file sistem untuk sebuah file, berapapun ukuran file tersebut. Kekurangan skema ini adalah banyak space hardisk yang tersisa.
-
Ext3 masih menggunakan skema block mapping, tetapi mengalami peningkatan dari file sistem ext2. Contoh peningkatannya yaitu kecepatan penulisan data lebih dari sekali, serta Integritas data setelah mengalami kerusakan atau “unclean shutdown”, sehingga Memungkinkan kita memilih jenis dan tipe proteksi dari data.
-
Ext4 sudah menggunakan skema Extent yang berfungsi untuk meningkatkan daya tampung maksimal file sistem serta mengurangi waktu yang diperlukan untuk melakukan pengecekan hardisk.
-
Reiser File System memiliki ciri – ciri yang mirip dengan file sistem ext3, keunggulannya adalah efisien dalam pemanfaatan ruang hardisk.
-
JFS (Journaling System buatan IBM)
Selain file sistem yang dijelaskan diatas, terdapat pula partisi yang disebut Swap, swap merupakan partisi yang dibuat pada hardisk dan digunakan sebagai virtual memory serta berfungsi untuk menampung pengalokasian memori tambahan apabila fisikal memori pada komputer telah dipergunakan secara maksimum.
-
Desktop Environment (DE) Linux
Desktop Environment merujuk kepada penggunaan grafis antarmuka (GUI) yang memperlihatkan tampilan kerja / meja kerja modern pada layar computer sehingga memudahkan pengguna dalam menggunakan komputer itu sendiri. Dalam Linux Desktop Environment yang populer adalah GNOME dan KDE, walaupun masih banyak DE lain yang bekerja pada lingkungan Linux seperti Xfce, LXDE, XPDE, Enlightment, IceWM, Fluxbox dan masih banyak yang lainnya.
3. Sejarah singkat Linux:
Linux pada awalnya dibuat oleh seorang mahasiswa Universitas Helsinki Finlandia Pada tanggal 5 oktober 1991, yaitu Linus Benedict Torvalds, Dulunya Linux merupakan proyek hobi yang diinspirasikan dari Minix, yaitu sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew anenbaum pada tahun 1987. Minix sendiri merupakan sebuah sistem yang ditujukan untuk penggunaan akademis. Linux bisa didapatkan dalam berbagai distribusi (sering disebut Distro). Distro adalah bundel dari kernel Linux, beserta sistem dasar linux, program instalasi, tools basic, dan program-program lain yang bermanfaat sesuai dengan tujuan pembuatan distro.
Contoh -contoh distro Linux :
1. Fedora 6. Knoppix
2. RedHat 7. Mint
3. Slackware 8. Mandrake
4. Debian 9. SuSe
5. PCLinuxOS 10. Ubuntu, dll
LINK HASIL PRETEST PERTAMA :











Komentar
Posting Komentar