Resume Mata Kuliah PLJ 1 Kelas B Pertemuan Kesepuluh (8 November 2018)
1.Tugas dan Kode etik seorang System
Administrator (Sysadmin)
System Administrator (dikenal juga sebagai admin, administrator, sysadmin,
site admin, dll) merupakan profesi yang memiliki tugas untuk melakukan
administrasi terhadap sistem, melakukan pemeliharaan sistem, memiliki
kewenangan mengatur hak akses terhadap sistem, serta hal-hal lain yang
berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah sistem. Administrator atau
system administrator ini biasanya masuk ke dalam departemen atau divisi teknologi
dan informasi dalam struktur organisasi perusahaan.
Ruang lingkup kerja system administrator ini sangat bervariasi tergantung
besarnya organisasi. Administrator dituntut untuk mampu memelihara dan
menyelesaikan permasalahan pada bidang TI yang dikuasai. Administrator
sebelumnya sudah dipersenjatai oleh ilmu pengetahuan dan pengalaman dalam
bidang teknologi informasi, khususnya dalam hal supporting system, mulai dari
pelacakan masalah (troubleshooting) hardware sampai dengan troubleshooting
masalah sotware. Bahkan dalam profesinya, administrator juga memiliki
sertifikasi untuk spesialisasi tertentu.
Beberapa tugas dari seorang administrator adalah sbb:
·
Merancang dan melakukan instalasi hardware dan software
·
Mendefinisikan dan megidentifikasikan atribut yang digunakan oleh user
·
Melakukan dokumentasi konfigurasi sistem
·
Menjaga tingkat keamanan instalasi komputer
·
Melakukan tuning kinerja sistem komputer
·
Meyakinkan infrastruktur dan jaringan komputer dalam keadaan baik
·
Melakukan backup dan restore
·
Menjawab masalah teknis dan memecahkan masalah
·
Melakukan audit software dan hardware
·
Mengidentifikasi ancaman dan tanggap terhadap isu yang berhubungan dengan
sistem
·
Mengenalkan teknologi baru kepada user dalam sistem yang tengah digunakan
Kode etik bagi seorang administrator yang harus dipatuhi adalah sebagai berikut:
1.
Profesionalisme : Profesional adalah menjalankan
pekerjaan atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang
dijalaninya. Untuk menjadi orang yang professional, diperlukan : komitmen,
tanggung jawab, kejujuran, sistematik berfikir, penguasaan materi, menjadi
bagian masyarakat professional.
2. Integritas Pribadi : Berlaku jujur dalam
urusan profesionalitas, dan tantangan yg akan datang dan dampak dari kesalahan
dilakukan setrta mencari bantuan dari orang lain bila diperlukan. Menghindari
konflik kepentingan dan prasangka bila memungkinkan.
3. Privasi : Menjaga dan melindungi
kerahasiaan informasi apapun yang bisa diakses tanpa dengan metode apapun.
Hanya akan mengakses informasi rahasia pada sistem komputer jika diperlukan
saja dalam pelaksanaan tugas-tugas teknis.
4. Hukum dan Kebijakan : Mendidik diri sendiri
dan orang lain supaya relevan pada undang-undang, peraturan dan kebijakan
mengenai kinerja tugas-tugas.
5. Komunikasi : Menjalankan komunikasi
dengan manajemen, pengguna komputer(operator) dan rekan-rekan tentang semua
kepentingan bersama yang berkaitan dengan komputer. Dan akan berusaha untuk
mendengarkan dan memahami kebutuhan semua pihak
6. Integritas Sistem : Memastikan integritas
yang diperlukan, kehandalan, dan ketersediaan sistem yang menjadi tanggung
jawab. Merancang dan memelihara masing-masing sistem dengan tujuan untuk
mendukung sistem organisasi.
7. Pendidikan : Selalu memperbaharui
dan meningkatkan pengetahuan teknis dan pekerjaan lain yang berhubungan dengan
keterampilan. Serta berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain.
8. Tanggung jawab kepada
Komunitas Komputasi : Bekerja sama dengan komunitas komputer yang lebih besar untuk
mempertahankan integritas jaringan dan sumber daya komputasi yang ada.
9. Tanggung Jawab Sosial : Sebagai profesional
dalam informasi, perlu rajin menulis dan mengadopsi kebijakan yang relevan yang
sesuai dengan undang-undang prinsip-prinsip etika.
10. Tanggungjawab etika : Berusaha untuk
membangun dan mempertahankan rasa aman, sehat, dan produktif di tempat kerja.
Melakukan yang terbaik untuk membuat keputusan yang konsisten dengan keselamatan,
privasi, dan kesejahteraan dari komunitas saya dan publik, dan untuk segera
membuka(menyelesaikan) faktor yang dapat menjadikan risiko atau bahaya yang tak
terduga. Jujur menerima dan menawarkan kritik pekerjaan secara teknis
sebagaimana mestinya dan akan memberi kontribusi yang benar pada orang lain.
Mendukung rekan-rekan pekerja dalam mengikuti kode etik.
2.Proses Startup dan
Proses Shutdown
Proses
starup dimulai ketika sistem sudah memanggil LILO dan proses booting sudah
diserahkan pada sebuah program induk yang disebut dengan init. Pada hampir
kebanyakan distribusi Linux, proses startup mengikuti aturan-aturan seperti
berikut.
1.
Eksekusi LILO
2.
LILO Memuat secondary loader pada
/boot/chain.b.
3.
/boot/chain.b menjalankan Kernel Linux.
Sampai pada bagian ini, seorang pengguna akan melihat tampilan pesan pada layar
seperti menjalankan daemon, memerika integritas perangkat keras, dan
sebagainya.
4.
Kernel menyerahkan tugasnya kepada init.
5.
Init menjalankan berbagai program di
belakang layar yang dibutuhkan oleh seorang user untuk login ke dala sistem.
6.
Init memanggil program yang digunakan
untuk login.
Proses Startup pada tiap Distribusi
Seperti
sudah diterangkan di atas, setelah init mengambil alih tugas booting sistem
dari LILI atau GRUB, init akan menjalankan sistem sesuai dengan default run
level yang digunakan. Pada beberapa distribusi, penanganan run level ini
berbeda satu dengan lainnya.
Run Level pada RedHat dan OpenLinux
Kedua
distribusi ini meletakkan program-program shell pada direktori /etc/rc.d. Program-program
yang berhubungan dengan init diletakkan dalam sebuah direktori master pada
/etc/rc.d/init.d. Sedangkan direktori lainnya lagi memiliki nama yang sama
untuk setiap run level, misalnya /etc/rc1.d/ untuk run level 1.
Debian/GNU LINUX
Debian
memiliki kesamaan dengan RedHat ataupun OpenLinux. Perbedaan terletak pada
direktori master, yaitu /etc/init.d sedangkan untuk RedHat atau OpenLinux
adalah /etc/rc.d.init.d.
Slackware
Slackware
memiliki kesamaan dengan RedHat ataupun OpenLinux. Perbedan terletak pada
distribusi Slackware yang tidak menggunakan file dengan link sombolik seperti
yang digunakan oleh distribusi lainnya. Jadi setiap file yang berhubungan
dengan init adalah program binari yang memang dapat dieksekusi untuk
menjalankan script shell.
SuSE
Perbedaan
utama SuSE dengan RedHat ataupun Open Linux adalah struktur yang berada pada
direktori master /etc/rc.d/rc di link kembali ke direktori aktif yang berada
pada /etc/rc.d/.
Proses Startup dan LILO
Penggunaan
boot manajer memungkinkan kita untuk menjalankan lebih dari sistem operasi pada
satu komputer. Dengan boot manajer kita dapat memilih salah satu sistem operasi
untuk dijalankan pada waktu proses booting pertama kali. Kebanyakan distribusi
saat ini menyertakan LILO atau GRUB yang dapat diinstal pada waktu proses
instalasi. Keberadaan boot manajer ini memungkinkan seorang user untuk dapat
menggunakan harddisk berukuran besar dengan menyertakan opsi linear pada
lilo.conf. Untuk mengkonfigurasikan lilo, dapat dilakukan dengan menggunakan
tool-tool berbasis grafis, seperti RedHat dengan Linuxconf atau Webmin untuk
Open Linux. Meskipun tersedia tool berbasis grafis, kita dapat
mengkonfigurasikan lilo dengan menggunakan cara manual pada file
/etc/lilo.conf.
Jika
pada satu komputer terdapat dua sistem operasi (misal Linux dan MS Windows),
pada file lilo.conf terdapat dua baris utama yang menunjukkan opsi yang
digunakan untuk menjalankan kedua sistem operasi tersebut. Pada kedua baris
tersebut terdapat sebuah opsi label yang merupakan nama dari sistem operasi
yang digunakan untuk menjalankan salah satu sistem operasi yang digunakan.
Salah
satu opsi yang digunakan pada lilo adalah pengaturan waktu yang digunakan untuk
memberikan kesempatan user memilih salah satu sistem operasi yang digunakan
sebelum nilai default yang digunakan lilo dijalankan. Opsi ini menggunakantimeout dan
berisikan nilai dalam satuan detik. Misalkan kita akan mengatur timeout dengan
satuan waktu 20 detik, tambahkan opsi berikut ke dalam lilo.conf.
timeout
= 200
opsi
lainnya dalah default, yang digunakan untuk mengatur dafult sistem operasi yang
akan dijalankan jika batas timeout di atas sudah habis. Untuk
mengatur Linux sebagai default sistem operasi yang akan dijalankan, gunakan
opsi berikut.
default
= linux
Untuk
menjalankan sistem operasi, dalam konfigurasi lilo harus dimasukkan opsi image yang
digunakan untuk memanggil image dari kernel Linux. Contoh berikut digunakan
untuk memanggil image kernel yang digunakan pada distribusi RedHat 7.2.
image=/boot/vmlinuz-2.4.7-10
Setelah
memuat image dari Kernel Linux, langkah berikutnya adalah menentukan label dari
kernel Linux yang digunakan, termasuk partisi tempat file image tersebut
berada.
label=linux
root=/dev/hda5
Langkah
terakhir adalah dengan mengaktifkan perubahan yang dilakukan pada file
lilo.conf dengan mengetikkan perintah lilo pada prompt Linux seperti berikut.
#lilo
Berikut
ini adalah isi file lilo.conf yang penulis gunakan pada distribusi RedHat 7.2.
prompt
timeout=50
default=linux
boot=/dev/hda
map=/boot/map
install=/boot/boot.b
message=/boot/message
linear
image=/boot/vmlinuz-2.4.7-10
label=linux
read-only
root=/dev/hda5
3. Init dan Run Level
Ada
beberapa cara untuk melakukan booting terhadap sistem, yang sering sekali
digunakan adalah dengan membooting sistem menggunakan harddisk dan menggunakan
floppy drive. RedHat dan distribusi Linux lainnya menggunakan proses boot yang
yang disebut dengan init sysV yang merupakan sistem booting
yang digunakan oleh BSD. Init adalah program dari kernel yang dieksekusi pada
waktu startup, dan kemudian memiliki nomor PID 1. Proses boot ini kemudian
menjadi proses induk (parent process) bagi semua proses yang
berada dalam sistem.
Langkah-langkah
yang dilakukan oleh sistem pada waktu booting adalah :
1.
Kernel menjalankan program init yang berada
pada direktori /sbin
2.
init menjalankan script shell /etc/rc.d/rc.sysinit.
3.
rc.sysinit menjalankan sistem lainnya dan
menampilkan proses startup.
4.
Init menjalankan script yang sesuai dengan
default run level.
5.
Init menjalankan script pada /etc/rc.d/rc.local.
Program
ini kemudian menjalankan banyak proses dan menuliskan informasi ke konsol dan
sistem log pada /var/log/message tentang status dari setiap proses yang
dijalankan.init menjalankan semua proses yang dibutuhkan oleh sistem operasi
untuk melaksanakan tugasnya, seperti networking, menggunakan mouse, fungsi dari
I/O dan sebagainya. init juga harus mengetahui program mana yang harus
dijalankan dengan membaca file-file yang berada pada /etc/rc.d. Setiap file
yang berada pada direktori ini dikelompokkan berdasarkan run level, pada
tiap-tiap direktori.
Run
level terdiri dari berbagai tipe layanan, dari single user mode (run
level 1) sampai multiuser, multitasking (run level 3). Tabel
berikut memperlihatkan run level yang tersedia pada Linux.
Tabel 1 Run Level pada Linux
Run Level Penjelasan
0 Halt
1 Single user mode
2 Multi user, tidak ada NFS
3 Full multiuser mode
4 Unused (tidak digunakan)
5 X11
6 reboot
LINK HASIL PRETEST KE DELAPAN :
Komentar
Posting Komentar