Resume Mata Kuliah PLJ 1 Kelas B Pertemuan Ketigabelas (6 Desember 2018)
BACKUP DAN RESTORE pada CentOS
1. Pengertian Backup dan Restore
Backup dan restore merupakan kegiatan yang penting dalam pengembangan sistem karena mampu memperkecil adanya kemungkinan kehilangan data dan informasi dan mampu menjaga keutuhan data. Kehilangan data ini penyebabnya bisa bermacam-macam baik yang berasal dari user sendiri, sistem, ataupun faktor eksternal lainnya seperti bencana alam dan sebagainya.
Pengertian Backup Data
memindahkan atau menyalin
kumpulan informasi (data) yang tersimpan di dalam hardisk komputer yang
biasanya dilakukan dari satu lokasi/perangkat ke lokasi/perangkat lain. Data
atau kumpulan informasi tersebut bisa berupa file dokumen, gambar, video,
audio, system windows, driver, atau software/program tertentu.
Fungsi Backup Data
Kegunaan atau manfaat back
up data yaitu kita masih mempunyai cadangan data dari data yang
hilang/rusak/terhapus, baik yang disebabkan oleh kesalahan kita sendiri atau
faktor lain di luar kemampuan kita, seperti: terkena virus, file rusak (tidak
bisa dibuka), perangkat komputer error/bermasalah, mati listrik, bencana, dan
lain sebagainya.Dengan begitu cadangan data yang sudah kita simpan tersebut
dapat kita gunakan kembali sebagai pengganti data yang telah
hilang/rusak/terhapus tadi. Fungsi back up data lebih mengacu pada faktor
keamanan dan kenyamanan dalam menggunakan komputer.
System Restore
adalah sebuah sytem / fitur yang terdapat pada operating system
windows. Dengan System Restore memungkinkan
seorang administator windows atau pengguna operating system windows untuk
mengembalikan system windows pada kondisi sebelumnya atau pada kondisi semula.
Fungsi System
Restore
Adalah apabila pada sebuah Operating System
(OS) Windows mengalami masalah yang menyebabkan kinerja system tidak dapat
bekerja dengan optimal. Masalah ini timbul disebabkan oleh beberapa hal seperti
serangan virus, file error, dan kesalahan penggunanya.
2. Tipe Backup
Terdapat dua jenis tipe backup yang ada saat ini, yakni :- BACKUP UTUH (FULL BACKUP)
Ini merupakan strategi backup yang paling simpel karena menyalin semua file dari suatu sistem ke dalam tape atau media backup lainnya. Dengan kata lain, full backup adalah salinan lengkap file-file yang dimiliki oleh suatu sistem komputer atau sebuah disk, di dalamnya dapat juga termasuk file-file yang berkaitan dengan sistem operasi selain file-file milik user.
Sebagaimana dijelaskan diatas, strategi backup ini akan memakan waktu lebih lama dan berat karena jumlah data yang disalin banyak tergantung besar dan banyaknya file-file yang ada di komputer.
- INCREMENTAL BACKUP
Ini merupakan strategi backup yang paling sering dipilih. Dalam strategi ini, sistem hanya menyalin file-file yang berubah sejak backup sebelumnya. Incremental backup ini baik digunakan ketika skema full backup terlalu berat karena file-filenya terlalu banyak dan juga hanya sebagian kecil saja datanya yang berubah setiap harinya. Dalam hal ini melakukan backup hanya untuk file-file yang kecil akan lebih cepat daripada harus melakukan full backup.
3. Media Penyimpanan
Media Penyimpanan merupakan peralatan fisik yang menyimpan representasi data. Media Penyimpanan Sekunder merupakan media yang digunakan untuk menyimpan data di luar Main Memory pada komputer.
Terbagi menjadi 2 golongan, yakni :
- Penyimpanan Primer : kecepatan akses tinggi, kapasitas lebih kecil, dan berharga mahal (Internal Storage).
- Penyimpanan Sekunder : kecepatan akses rendah, kapasitas besar, dan berharga lebih murah (Eksternal Storage).
Ada 4 bagian di dalam Primary Storage, yakni :
- Input Storage Area : Untuk menampung data yang dibaca.
- Program Storage Area : Penyimpanan instruksi-instruksi untuk pengolahan.
- Working Storage Area : Tempat dimana pemrosesan data dilakukan.
- Output Storage Area : Penyimpanan informasi yang telah diolah untuk sementara waktu sebelum disalurkan ke alat-alat output.
4. Program Backup dan Restore
TAR
tar (tape archive) merupakan program yang awalnya dikembangkan untuk membackup data ke tape disk. Namun, dalam perkembangannya dapat juga digunakan untuk membackup library dan file lainnya, serta saat ini juga telah mendukung program kompresi seperti gzip dari GNU untuk memperkecil ukuran file hasil.
Format perintah tar untuk pembuatan file backup sebagai berikut :
- tar cvf /home/OS21/cobabackup /home/OS21/Desktop
format ini berfungsi untuk membuat file backup dalam bentuk tar, dimana "cobabackup" itu adalah file baru dari data yang akan di backup sedangkan "Desktop" adalah file yang ingin di backup.
- tar cvf /home/OS21 `find /home -mtime -1 -print`format ini berfungsi untuk Incremental Backup dengan tar
- tar tvf /home/OS21/cobabackup
format ini berfungsi untuk melihat isi file-file apa saja yang berhasil dibackup. - tar xvf /home/OS21/cobabackup
format ini berfungsi untuk mengekstrak file backup (restore).
CPIO
- find /home/OS21/Desktop -print | cpio -o < cobabackup
format ini digunakan untuk Full Backup dengan cpio. - find /home/OS21/Desktop -mtime -1 | cpio -o < cobabackup
format ini berfungsi untuk Incremental Backup dengan cpio. - cpio -it < cobabackup
format ini berfungsi untuk Memeriksa Hasil Backup - cpio -i < cobabackup
format ini berfungsi untuk Restore File dengan cpio
Cara membackup dan restore suatu file. Untuk itu kita harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
Contoh 1 :
1. pastikan terlebih dahulu bahwa anda sudah berada di dalam terminal linux.
2. kemudian kita harus masuk ke "root" dengan cara ketikkan perintah : su -
3. untuk membackup file yang kita ingin kan maka kita masukkan program seperti pada gambar berikut ini :
2. kemudian kita harus masuk ke "root" dengan cara ketikkan perintah : su -
3. untuk membackup file yang kita ingin kan maka kita masukkan program seperti pada gambar berikut ini :
pada program tersebut terlihat "cobabackup" adalah nama file bau setelah di backup sedangkan dokumen "Desktop" adalah file yang akan di backup. kita dapat mengubah dua hal tersebut sesuai dengan yang kita inginkan.
4. untuk melihat data yang telah di backup yaitu dengan mengetikkan perintah seperti yang terblok pada gambar di bawah ini :
pada gambar tersebut kita sudah dapat melihat bahwa file file tersebut sudah di backup.
5. Seandainya file tersebut terhapus karena suatu hal, maka kita dapat mengembalikan file tersebut (restore) dengan cara mengetikkan program seperti pada gambar berikut :
Contoh 2 :
1. seperti pada contoh pertama, kita masuk ke "root" terbih dahulu.
2. ketikkan perintah "ls" untuk melihat daftar file sehingga kita dapat memilih salah satu file yang ini kita backup.
3. pada gambar di bawah ini terlihat bahwa saya ingin membackup file dengan nama "linux.jpg" dan kita ketikkan perintah
setelah kita melalukan perintah tersebut maka kita dapat melihat di desktop apakah file yang kita backup sudah ada atau belum.
4. lalu kita akan mencoba melakukan restore. Namun terlebuh dahuli kita menghapus "linux.jpg" tadi dari desktop.
Untuk membuat atau mengubah isi crontab
user@machine:~$ crontab -e
Perintah Dasar Crontab
crontab -eMengubah atau membuat file crontab jika belum ada.crontab -lMenampilkan isi file crontab.crontab -rMenghapus file crontab.crontab -vMenampilkan waktu terakhir mengubah isi file crontab. (Hanya tersedia dibeberapa sistem).
Crontab Parameters
# m h dom mon dow command
Baris yang dikomentari di atas menampilkan parameter tentang bagaimana crontab mendefinisikan setiap cronjob.
Daftar Parameter Crontab
- m - Minute (menit) - 0 to 59
- h - Hour (jam) - 0 to 23
- dom - Day of Month (tanggal) - 0 to 31
- mon - Month (bulan) - 0 to 12
- dow - Day of Week (nomor hari) - 0 to 7 (0 dan 7 adalah hari minggu)
Berikut ini grafik untuk mempermudah:
* * * * * perintah yang akan dieksekusi
– – – – –
| | | | |
| | | | +—– day of week (0 – 7) (Sunday=0)
| | | +——- month (1 – 12)
| | +——— day of month (1 – 31)
| +———– hour (0 – 23)
+————- min (0 – 59)
Jika sudah terpasang, mari kita coba gunakan crontab dengan cara mengetikkan command
crontab -e. Akan muncul tampilan seperti berikut:
crontab -e. Akan muncul tampilan seperti berikut:
Kami sarankan untuk memilih opsi nomor 2 (/bin/nano), untuk mempermudah praktikum ini.
Jika sudah memilih opsi, akan muncul tampilan seperti berikut:
Tampilan diatas adalah tampilan pada isi file crontab yang akan kita gunakan nantinya.
Perintah crontab -e digunakan untuk mengubah, melihat, atau membuat crontab baru yang
akan dijalankan oleh crontab. Untuk membuat perintah baru yang akan dijadwalkan, kita
dapat mengetikkan perintah dengan format penulisan khusus sebagai berikut:
* * * * * <perintah>
Format penulisan diatas terdiri atas lima buah bintang, yang menandakan waktu dan perintah
yang akan kita jalankan. Berikut penjelasannya:
• Tanda bintang berarti “setiap”
• Bintang pertama menandakan menit, dapat diganti dengan angka dari 0 – 59
• Bintang kedua menandakan jam, dapat diganti dengan angka 0 – 23 (format 24 jam)
• Bintang ketiga menandakan hari dalam sebulan, dapat diganti dengan angka 1 – 31
(tanggal)
• Bintang keempat menandakan bulan, dapat diganti dengan angka 1 – 12 (angka bulan)
• Bintang kelima menandakan hari dalam seminggu, dapat diganti dengan angka 0 – 6
(angka 0: minggu)
Agar mempermudah pembacaan, saya sarankan untuk membaca bintangnya dari belakang
terlebih dahulu
Berikut cara menggunakan crontab:
• * * * * * sync
Menjalankan perintah sync pada menit 0, setiap jamnya
• */5 * * * * echo 3 > /proc/sys/vm/drop_caches
Mengubah value pada file drop_caches menjadi 3 pada menit 0
• 10 * * * * <perintah>
Menjalankan suatu perintah setiap menit ke-10
• 30 18 * * * <perintah>
Menjalankan suatu perintah setiap jam 18:30
• 30 08 10 06 * <perintah>
Menjalankan suatu perintah setiap tanggal 10, bulan juni, jam 8.30
• 00 11,16 * * * <perintah>
Menjalankan suatu perintah setiap hari, jam 11.00 dan jam 16.00
• 00 11-16 * * * <perintah>
Menjalankan suatu perintah setiap hari, jam 11.00 s/d 16.00
LINK HASIL PRETEST KESEBELAS :
Komentar
Posting Komentar