UTS RANGKAIAN LISTRIK KELAS I


1. KONSEP DASAR  RANGKAIAN LISTRIK 
Rangkaian listrik adalah suatu kumpulan elemen atau komponen listrik yang saling dihubungkan dengan cara-cara tertentu dan paling sedikit mempunyai satu lintasan tertutup. Elemen atau komponen yang akan dibahas pada mata kuliah Rangkaian Listrik terbatas pada elemen atau komponen yang memiliki dua buah terminal atau kutub pada kedua ujungnya.
Arus adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian pada satu waktu. Muatan listrik yang dimaksud di sini adalah elektron. Arus listrik terjadi karena adanya aliran elektron dari kutub negatif ke kutub posisif. Pada konsepnya, elektron bergerak dari negatif ke positif, sedangkan arus listrik bergerak dari positif ke negatif
Menurut aturan bahwa arus listrik mengalir dari positif ke negatif,sedangkan elektron mengalir dari negatif ke positif. Kenapa bisa begitu? Karena sejatinya aturan berpatokan bahwa elektron berpindah dari negatif ke positif meninggalkan hole dan mengisi hole baru maka seolah-olah hole tersebut bergerak dari positif ke negatif.
Arus listrik merupakan satu dari tujuh satuan pokok dalam satuan internasional. Satuan internasional untuk arus listrik adalah Ampere (A). Secara formal satuan Ampere didefinisikan sebagai arus konstan yang, bila dipertahankan, akan menghasilkan gaya sebesar 2 x 10-7 Newton/meter di antara dua penghantar lurus sejajar, dengan luas penampang yang dapat diabaikan, berjarak 1 meter satu sama lain dalam ruang hampa udara.

Tegangan merupakan perbedaan potensial listrik antara dua titik pada suatu penghantar atau rangkaian listrik. Beda potensial adalah perbedaan jumlah elektron yang berada dalam suatu arus listrik. Di satu sisi sumber arus listrik terdapat elektron yang bertumpuk sedangkan di sisi yang lain terdapat jumlah elektron yang sedikit. Hal ini terjadi karena adanya gaya magnet yang memengaruhi materi tersebut. Dengan kata lain, sumber tersebut menjadi bertegangan listrik. Tegangan listrik (disebut juga voltase) identik dengan beda potensial.

Pada dasarnya, beda potensial (tegangan) inilah yang menyebabkan aliran elekron dari potensial rendah (negatif) ke potensial tinggi (positif). Artinya adanya arus listrik disebabkan karena adanya tegangan listrik pada dua titik (kutub positif dan kutub negatif). Pada rangkain listik, bisa jadi setiap komponen listrik mempunyai beda potensial yang berbeda tergantung hambatan komponen tersebut.

Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat atau membatasi aliran listrik yang mengalir dalam suatu rangkain elektronika sesuai namanya bersifat resistif dan termasuk salah satu komponen elektronika dalam kategori komponen pasif. Satuan atau nilai resistansi suatu resistor di sebut Ohm dan dilambangkan dengan simbol Omega (Ω). Sesuai hukum Ohm bahwa resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Selain nilai resistansinya (Ohm) resistorjuga memiliki nilai yang lain seperti nilai toleransi dan kapasitas daya yang mampu dilewatkannya. Semua nilai yang berkaitan dengan resistor tersebut penting untuk diketahui dalam perancangan suatu rangkaian elektronika oleh karena itu pabrikan resistor selalu mencantumkan dalam kemasan resistor tersebut.

 Untuk elemen atau komponen yang lebih dari dua terminal dibahas pada mata kuliah Elektronika. Pembatasan elemen atau komponen listrik pada Rangkaian Listrik dapat dikelompokkan kedalam elemen atau komponen aktif dan pasif. Elemen aktif adalah elemen yang menghasilkan energi dalam hal ini adalah sumber tegangan dan sumber arus, mengenai sumber ini akan dijelaskan pada bab berikutnya. 
Elemen lain adalah elemen pasif dimana elemen ini tidak dapat menghasilkan energi, dapat dikelompokkan menjadi elemen yang hanya dapat menyerap energi dalam hal ini hanya terdapat pada komponen resistor atau banyak juga yang menyebutkan tahanan atau hambatan dengan simbol R, dan komponen pasif yang dapat menyimpan energi juga diklasifikasikan menjadi dua yaitu komponen atau lemen yang menyerap energi dalam bentuk medan magnet dalam hal ini induktor atau sering juga disebut sebagai lilitan, belitan atau kumparan dengan simbol L, dan kompone pasif yang menyerap energi dalam bentuk medan magnet dalam hal ini adalah kapasitor atau sering juga dikatakan dengan kondensator dengan simbol C, pembahasan mengenai ketiga komponen pasif tersebut nantinya akan dijelaskan pada bab berikutnya.
 Elemen atau kompoen listrik yang dibicarakan disini adalah : 1. Elemen listrik dua terminal a. Sumber tegangan b. Sumber arus c. Resistor ( R ) d. Induktor ( L ) e. Kapasitor ( C ) 2. Elemen listrik lebih dari dua terminal a. Transistor b. Op-amp Berbicara mengenai Rangkaian Listrik, tentu tidak dapat dilepaskan dari pengertian dari rangkaian itu sendiri, dimana rangkaian adalah interkoneksi dari sekumpulan elemen atau komponen penyusunnya ditambah dengan rangkaian penghubungnya dimana disusun dengan cara-cara tertentu dan minimal memiliki satu lintasan tertutup.
 Dengan kata lain hanya dengan satu lintasan tertutup saja kita dapat menganalisis suatu rangkaian. Yang dimaksud dengan satu lintasan tertutup adalah satu lintasan saat kita mulai dari titik yang dimaksud akan kembali lagi ketitik tersebut tanpa terputus dan tidak memandang seberapa jauh atau dekat lintasan yang kita tempuh. Rangkaian listrik merupakan dasar dari teori rangkaian pada teknik elektro yang menjadi dasar atay fundamental bagi ilmu-ilmu lainnya seperti elektronika, sistem daya, sistem computer, putaran mesin, dan teori control. 
Muatan terdiri dari dua jenis yaitu muatan positif dan muatan negatif Arah arus searah dengan arah muatan positif (arah arus listrik) atau berlawanan dengan arah aliran elektron. Suatu partikel dapat menjadi muatan positif apabila kehilangan elektron dan menjadi muatan negatif apabila menerima elektron dari partikel lain. Coulomb adalah unit dasar dari International System of Units (SI) yang digunakan untuk mengukur muatan listrik. Simbol : Q = muatan konstan q = muatan tergantung satuan waktu muatan 1 elektron = -1,6021 x 10-19 coulomb 1 coulomb = -6,24 x 1018 elektron Secara matematis arus didefinisikan : dt dq i = Satuannya : Ampere (A) Dalam teori rangkaian arus merupakan pergerakan muatan positif. Ketika terjadi beda potensial disuatu elemen atau komponen maka akan muncul arus dimaan arah arus positif mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah dan arah arus negatif mengalir sebaliknya. 
Macam-macam arus : 1. Arus searah (Direct Current/DC) Arus DC adalah arus yang mempunyai nilai tetap atau konstan terhadap satuan waktu, artinya diaman pun kita meninjau arus tersebut pada wakttu berbeda akan mendapatkan nilai yang sama Rangkaian Listrik Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom 3 2. Arus bolak-balik (Alternating Current/AC) Arus AC adalah arus yang mempunyai nilai yang berubah terhadap satuan waktu dengan karakteristik akan selalu berulang untuk perioda waktu tertentu (mempunyai perida waktu : T). 
Tegangan Tegangan atau seringkali orang menyebut dengan beda potensial dalam bahasa Inggris voltage adalah kerja yang dilakukan untuk menggerakkan satu muatan (sebesar satu coulomb) pada elemen atau komponen dari satu terminal/kutub ke terminal/kutub lainnya, atau pada kedua terminal/kutub akan mempunyai beda potensial jika kita menggerakkan/memindahkan muatan sebesar satu coulomb dari satu terminal ke terminal lainnya. Keterkaitan antara kerja yang dilakukan sebenarnya adalah energi yang dikeluarkan, sehingga pengertian diatas dapat dipersingkat bahwa tegangan adalah energi per satuan muatan. 
Secara matematis : dq dw v = Satuannya : Volt (V) Pada gambar diatas, jika terminal/kutub A mempunyai potensial lebih tinggi daripada potensial di terminal/kutub B. Maka ada dua istilah yang seringkali dipakai pada Rangkaian Listrik, yaitu : 1. Tegangan turun/ voltage drop Jika dipandang dari potensial lebih tinggi ke potensial lebih rendah dalam hal ini dari terminal A ke terminal B. 2. Tegangan naik/ voltage rise Jika dipandang dari potensial lebih rendah ke potensial lebih tinggi dalam hal ini dari terminal B ke terminal A. Pada buku ini istilah yang akan dipakai adalah pengertian pada item nomor 1 yaitu tegangan turun. Maka jika beda potensial antara kedua titik tersebut adalah sebesar 5 Volt, maka VAB = 5 Volt dan VBA = -5 Volt 
Energi Kerja yang dilakukan oleh gaya sebesar satu Newton sejauh satu meter. Jadi energi adalah sesuatu kerja dimana kita memindahkan sesuatu dengan mengeluarkan gaya sebesar satu Newton dengan jarak tempuh atau sesuatu tersebut berpindah dengan selisih jarak satu meter. Pada alam akan berlaku hukum Kekekalan Energi dimana energi sebetulnya tidak dapat dihasilkan dan tidak dapat dihilangkan, energi hanya berpindah dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya. Contohnya pada pembangkit listrik, energi dari air yang bergerak akan berpindah menjadi energi yang menghasilkan energi listrik, energi listrik akan berpindah menjadi energi cahaya jika anergi listrik tersebut melewati suatu lampu, energi cahaya akan berpinda menjadi energi panas jika bola lampu tersebut pemakaiannya lama, demikian seterusnya.
 Untuk menyatakan apakah energi dikirim atau diserap tidak hanya polaritas tegangan tetapi arah arus juga berpengaruh. Elemen/komponen listrik digolongkan menjadi : 1. Menyerap energi Jika arus positif meninggalkan terminal positif menuju terminal elemen/komponen, atau arus positif menuju terminal positif elemen/komponen tersebut. 2. Mengirim energi Jika arus positif masuk terminal positif dari terminal elemen/komponen, atau arus positif meninggalkan terminal positif elemen/komponen. Energi yang diserap/dikirim pada suatu elemen yang bertegangan v dan muatan yang melewatinya ∆q adalah ∆w = v∆q Satuannya : Joule (J) Rangkaian Listrik Mohamad Ramdhani Sekolah Tinggi Teknologi Telkom 5 Daya Rata-rata kerja yang dilakukan Daya secara matematis : vi dt dq dq dw dq dw P = = = Satuannya : Watt (W) Analisis Rangkaian Mencari hubungan antara masukan dan keluaran pada rangkaian yang telah diketahui, misalkan mencari keluaran tegangan/ arus ataupun menentukan energi/ daya yang dikirim. Ada 2 cabang utama dari teori rangkaian (input, rangkaian, output) : 1. Analisa rangkaian (rangkaian dan input untuk mencari output) 2. Sintesa rangkaian/ desain (input dan output untuk mencari rangkaian). 
2.HUKUM OHM

Bunyi Hukum Ohm

Pada dasarnya, bunyi dari Hukum Ohm adalah :
“Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau Konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)”.
Secara Matematis, Hukum Ohm dapat dirumuskan menjadi persamaan seperti dibawah ini :
V = I x R
I = V / R
R = V / I
Dimana :
V = Voltage (Beda Potensial atau Tegangan yang satuan unitnya adalah Volt (V))
I = Current (Arus Listrik yang satuan unitnya adalah Ampere (A))
R = Resistance (Hambatan atau Resistansi yang satuan unitnya adalah Ohm (Ω))
Dalam aplikasinya, Kita dapat menggunakan Teori Hukum Ohm dalam Rangkaian Elektronika untuk memperkecilkan Arus listrik, Memperkecil Tegangan dan juga dapat memperoleh Nilai Hambatan (Resistansi) yang kita inginkan.
Hal yang perlu diingat dalam perhitungan rumus Hukum Ohm, satuan unit yang dipakai adalah Volt, Ampere dan Ohm. Jika kita menggunakan unit lainnya seperti milivolt, kilovolt, miliampere, megaohm ataupun kiloohm, maka kita perlu melakukan konversi ke unit Volt, Ampere dan Ohm terlebih dahulu untuk mempermudahkan perhitungan dan juga untuk mendapatkan hasil yang benar.
Gambar Rangkaian beserta contoh soal hukum Ohm :
Contoh Soal Hukum Ohm dan Pembahasannya

Jika besar ke-7 Resistor sama dan besar tegangan sumber baterai sebesar 10 Volt, serta arus total yang mengalir pada rangkaian adalah 2 A. Tentukan berapa besar resistor yang digunakan?

Pembahasan:
Diketahui:
Misalkan besar semua resistor adalah R, maka
R1 = R2 = R3 = ....= R7 = R
Vs = 10 Volt
It = 2 A
Ditanya : Tentukan Besar Resistor R = ...?

Langkah 1 : Selesaikan terlebih dahulu resistor yang tersusun secara paralel, yaitu R4 sampai R7

Contoh Soal Hukum Ohm dan Pembahasannya

Langkah 2 : Selanjutnya kita peroleh rangkaian seri dari semua resistor yang besarnya

Rs = R1 + R2 + R3 + Rp
Rs = R + R + R + R/4
Rs = 3R +  R/4 ; kemudian samakan penyebut
Rs = (12R + R) / 4
Rs = (13R)/4

Contoh Soal Hukum Ohm dan Pembahasannya

Langkah 3 : Gunakan Hukum Ohm Untuk menentukan besarnya resistor R

Vs = It . Rs
10 Volt = (2 A) . [(13R)/4]
10 x 4 = 2 x 13R
26R = 40
R = 40 / 26 = 1,54 Ohm.



Jadi besarnya resistor R yang digunakan adalah 1,54 Ohm.




3. HUKUM I KIRCHOFF

Hukum Kirchoff 1

Berikut ini adalah hukum kirchoff:
Suatu total arus listrik yang masuk melalui suatu titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik memiliki besar yang sama dengan arus total yang keluar dari titik percabangan tersebut.
Berdasarkan gambar diatas didapatkan rumus:
Gambar Rangkaian beserta contoh soal hukum I Kirchoff: 


Perhatikan gambar dibawah ini:
contoh soal rangkaian listrik
Diketahui I1=I2=2 Ampere, I3=I4=1,5 Ampere, R1=2 Ω, R2=8 Ω, R3=6 Ω, dan R4=4 Ω. Berapa besar Voltase pada rangkaian tersebut?
a) 140 V
b) 7,29 V
c) 6,72 V
d) 2,86 V
Solusi:
Pertama, kita cari arusnya dengan Hukum Kirchoff 1:
I_{masuk} = I_{keluar}
I_{masuk} = I_1 = I_2 = I_3 = I_4
I_{masuk} = 2A + 2A + 1,5A + 1,5A = 7A
Kemudian, total hambatan paralelnya dicari dengan:
\frac{1}{R_{paralel}} = \frac{1}{R_1} + \frac{1}{R_2} + \frac{1}{R_3} + \frac{1}{R_4}
\frac{1}{R_{paralel}} = \frac{1}{2 \Omega} + \frac{1}{8 \Omega} + \frac{1}{6 \Omega} + \frac{1}{4 \Omega} + \frac{25}{24 \Omega}
R_{paralel} = \frac{24 \Omega}{25} = 0,96 \Omega
Lalu, untuk mencari Voltase dipakai Hukum Ohm:
V = I \times R = 7A \times 0,96 \Omega = 0,672 V

4. HUKUM II KIRCHOFF

Hukum Kirchoff 2

Berikut ini adalah hukum kirchoff:
Total Tegangan (beda potensial) pada suatu rangkaian tertutup adalah nol
Focus untuk hukum ini digunakan untuk menganalisis  tegangan (beda potensial) komponen-komponen elektronika pada suatu rangkaian tertutup. Hukum Kirchhoff 2 ini juga dikenal dengan sebutan Hukum Tegangan Kirchhoff atau Kirchhoff’s Voltage Law (KVL).

Gambar Rangkaian beserta contoh soal hukum II Kirchoff:

Perhatikan rangkaian listrik seperti pada gambar!
hk1
Kuat arus terukur amperemeter pada rangkaian diatas adalah…

Pembahasan:
Diketahui:
R1 = 1,4 Ohm
V = 1,5 V
rd = 0,1 Ohm
Ditanya: i = …
Gunakan hukum II Kirchoff.
Jawab:
  1. Terlebih dahulu tentukan arah arus dan arah loop.hk2Menerapkan hukum II Kirchoff.
i . R1 + i . rd + 1,5 V = 0
i . 1,4 Ω + i . 0,1 Ω + 1,5 V = 0
i . 1,5 Ω = – 1,5 V
i = – 1 A (negatif berarti arah arus terbalik)
5. ELEMEN AKTIF
Komponen Aktif
Komponen aktif merupakan komponen yang terdapat pada elektronika yang memerlukan sambungan arus listrik untuk bisa bekerja, arus listrik yang digunakan bisa AC bolak-balik maupun DC searah. Komponen ini disebut juga dengan komponen aktif karena komponen ini tidak dapat bekerja jika tidak dialiri oleh listrik. Komponen aktif ini berfungsi sebagai rangkaian pada sebuah perangkat yang ada, yang bertugas dalam peningkatan daya aktif atau bisa dibilang dengan tegangan listrik ataupun arus listrik. Komponen ini memiliki beberapa jenis yaitu Dioda, Transistor dan juga IC (Integrated Circuit).
1.Dioda
Dioda ialah sebuah komponen aktif yang dipakai untuk penyama arah dari arus bolak-balik menjadi arus yang searah. Dioda berasal dari kata Anoda dan kata Katoda. Dioda mempunyai  tugas yang dibedakan yang di antaranya, yaitu:
  1. Dioda Penyearah pada dasarnya dibuat dari Silikon yang bertugas menjadi penyearah arus AC ke arus DC
  2. Dioda Zener berfungsi sebagai pengaman pada susunan arus yang bersangkutan
  3. Diode Emisi Cahaya ialah Dioda yang bisa memancarkan suatu cahaya monokromatik
  4. Dioda Foto ialah Dioda yang gerak dengan pergerakan cahaya sampai dijadikan sebagai Sensor
  5. Dioda Shockley yaitu Dioda yang bertugas menjadi suatu pengendali  
  6. Dioda Laser adalah Dioda yang bisa memancar cahaya Laser
  7. Dioda Schottky merupakan Dioda yang memiliki tegangan rendah.
  8. Dioda Varaktor merupakan dioda yang memiliki karakter dari kapasitas yang bisa berganti sesuai dengan tegangannya
2.Transistor
Transistor adalah peralatan semikonduktor juga yang digunakan sebagai penguat dan sebagai alat pemutus dan penyambung, penstabilan suatu arus yang ada. Transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis, Emitor dan Kolektor. Transistor memiliki fungsi sebagai berikut:
  1. Untuk penguat amplifier
  2. Untuk pemutus dan penyambung
  3. Untuk penstabil tegangan
  4. Untuk penaik arus
  5. Bisa menahan sebagian arus yang mengalir
  6. Menguatkan arus pada susunan
  7. Untuk  membangkitkan suatu frekuensi yang rendah maupun yang tinggi
3.IC (Integrated Circuit)
IC adalah komponen aktif yang terbagi atas campuran ratusan bahkan jutaan Transistor, Resistor dan komponen yang ada menjadi tempat yang kecil. Bentuk dari IC ini juga beraneka, dari yang hanya berkaki tiga hingga ratusan. Fungsi IC juga beraneka, dari penguat, pengontrol hingga sebagai media penyimpanan.

Gambar Rangkaian beserta contoh soal Elemen Aktif:
Perhatikan gambar dibawah ini !

        
Jika RA 2 Ω , RB 4 Ω dan RC 6 Ω, tentukan R1!
Pembahasan :
Diketahui : RA 2 Ω , RB 4 Ω dan RC 6 Ω
Ditanya : R1?
Jawab :
 
 


6. ELEMEN PASIF (RESISTOR)

Komponen Pasif
Komponen pasif adalah komponen elektronika yang tidak sama dengan Komponen Aktif yang justru malah kebalikannya yang memerlukan tegangan listrik maupun arus listrik agar bisa berfungsi. Beberapa komponen pasif ialah Resistor, Kapasitor, dan Induktor.
1.Resistor
Resistor adalah suatu hambatan dan pengatur arus listrik pada susunan elektronika tersebut. Nilai dari resistor ini di lambangkan dengan kode angka atau gelang warna pada bagian badan dari resistor tersebut. Resistor ini memiliki beberapa jenis yaitu:
  1. Resistor yang memiliki Nilai Tetap
  2. Resistor yang memiliki Nilai yang dapat diatur
  3. Resistor yang Nilainya dapat berubah sesuai dengan intensitas cahaya
  4. Resistor yang Nilainya bisa berganti tergantung dengan perubahan suhu
2.Kapasitor
Kapasitor ialah komponen pasif yang bisa menyimpan daya atau arus listrik dalam sementara waktu. Kapasitor berfungsi memilih gelombang radio pada susunan, sebagai pemerata arus listrik dan sebagai penyaring  pada susunan daya. Jenis kapasitor ada beberapa, yaitu:
  1. Kapasitor yang nilainya Tetap dan tidak berpola
  2. Kapasitor yang memiliki nilai Tetap tetapi ada Pola yang Positif ataupun yang Negatif
  3. Kapasitor yang nilainya bisa diatur

3.Induktor
Induktor ialah komponen pasif yang bertugas sebagai pengatur frekuensi, penyaring dan penyambung. Induktor memiliki dua jenis yang diantaranya sebagai berikut:
  1. Induktor tetap yang memiliki nilai yang tetap tidak bisa berubah
  2. Induktor variabel yang memiliki nilai yang dapat diatur
Gambar Rangkaian beserta contoh soal Elemen Pasif (Resistor):








Dari gambar diatas dapat diturunkan rumus :

Hubungan dengan Tegangan pada rangkaian Seri :
V1 = I .R1  ;  V2 = I. R2  ;  V3 = I. R3
atau

VTotal = V1 + V2 + V3 ... dan seterusnya..

Jadi dapat dikatakan bahwa Tegangan sumber (Vs) = Penjumlahan tegangan tiap-tiap resistansi
Vn = I. Rn
Hubungan dengan Arus listrik pada rangkaian Seri :
ITotal = I1 = I2 = I3
Dapat dikatakan bahwa besar arus listrik pada rangkaian seri adalah sama pada tiap resistor yang dihubungkannya.
Adapun arus yang mengalir pada rangkaian seri dapat dicari dengan menggunakan rumus : I = V / R total
Hubungan dengan Hambatan atau Resistansi pada rangkaian Seri :
RTotal = R1 + R2 + R3 ... + Rn   dan seterusnya...
R1 = Resistor ke-1
R2 = Resistor ke-2
R3 = Resistor ke-2

Rn = Resistor ke-n

Pada rangkaian resistor yang dihubungkan seri, maka bersar nilai Resistansi totalnya adalah penjumlahan pada tiap-tiap nilai resistansinya.
Contoh Soal:1. Jika terdapat R1 = 10 Ω, R1 = 20 Ω, dan R3 = 100 Ω kemudian dipasang secara berderet (seri) maka resistansi totalnya adalah:
RTotal = R1 + R2 + R3
RTotal = 10 Ω + 20 Ω + 100Ω
RTotal = 130 Ω



7. ELEMEN PASIF (KONDUKTOR)
Gambar Rangkaian beserta contoh soal Elemen Pasif (konduktor):

Image result for rangkaian paralel konduktor
Ada arus listrik sebesar 5 A mengalir melewati sebuah kawat penghantar selama 1,5 menit. Hitunglah berapa banyak muatan listrik yang melalui sebuah kawat tersebut!.
Penyelesaian:
Diketahui:
I = 5 A
t = 1,5 menit = 90 sekon
Ditanya Q = …?
Jawaban:
Q= I.t
Q= (5A) (90 s)
Q= 450 C
Maka dari soal diatas didapat bahwa banyaknya muatan arus listrik yang melalui sebuah kawat adalah 450 Coulomb

8. ELEMEN PASIF (INDUKTOR)
Gambar Rangkaian beserta contoh soal Elemen Pasif (Induktor): 
Rangkaian Seri dan Paralel Induktor

Rumus Rangkaian Paralel Induktor

Rumus Rangkaian Paralel Induktor adalah sebagai berikut :
1/Ltotal = 1/L1 + 1/L2 + 1/L3 + ….. + 1/Ln
Dimana :
Ltotal = Total Nilai Induktor
L1 = Induktor ke-1
L2 = Induktor ke-2
L3 = Induktor ke-3
Ln = Induktor ke-n

Contoh Kasus Perhitungan Rangkaian Paralel

Berdasarkan gambar contoh rangkaian Paralel Induktor diatas, diketahui bahwa nilai Induktor :
L1 = 100nH
L2 = 300nH
L3 = 30nH
Ltotal= ?
Penyelesaiannya
1/Ltotal = 1/L1 + 1/L2 + 1/L3 
1/Ltotal = 1/100nH + 1/300nH + 1/30nH
1/Ltotal = 3/300 + 1/300 + 10/300
1/Ltotal = 14/300
1/Ltotal = 14 x L = 1 x 300 (hasil kali silang)
1/Ltotal = 300/14
1/Ltotal = 21,428nH





Komentar

Postingan populer dari blog ini

RANGKAIAN RLC (UTS RANGKAIAN LISTRIK)

Resume Mata Kuliah PLJ 1 Kelas B Pertemuan Kelima (4 Oktober 2018)

Review Teknologi Terbaru